Laluane ikut STPB gelombang 2, sempat ingin daftar ke UMPN PNJ, namun lagi lagi tes wawancara MICE bentrok dengan tes STPB, akhirnya dengan semangat menggebu gebu ane memilih gelombang 2 STPB. Akan tetapi berbeda dengan gelombang 1 ane sama sekali ga pede buat lolos, akhirnya ane ngomong ama nyokap kalo ane bakal ke kampung pare selama nganggur.
Terlampirkami sampaikan jadwal detail pelaksanaan Tes Micro Teaching dan Tes Wawancara Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Universitas Diponegoro Tahun 2018: LINK DOWNLOAD. Share this : Facebook. Twitter. Linkedin. email. Berita Terkait.
SuaraPemerintahID - Anggota Komisi II DPR RI Anwar Hafid menyoroti ratusan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang mengundurkan diri setelah lolos seleksi tahun 2021.Anwar menilai ratusan CPNS yang mengundurkan diri merupakan kalangan yang bermain-main. Politisi Partai Demokrat ini pun mendorong pemerintah lebih dapat mensosialisasikan mengenai kondisi Aparatur Sipil Negara (ASN) kepada publik.
Teswawancara. Pengumuman! Berikut Enam Calon Anggota Bawaslu Sulbar Hasil Tes Kesehatan dan Wawancara. Politik | 2 Agustus 2022 2 Agustus 2022. Berita Terkait. Tidak Ada Postingan Lagi. Tidak ada lagi halaman untuk dimuat. Selengkapnya. POPULER. 1. Ini Nama dan Pangkat Delapan Ajudan Irjen Pol Ferdy Sambo.
Setelahadanya kesimpulan hasil wawancara, penulis berdiskusi untuk memodifikasi bagian sepatu rem yang dapat menempatkan kotoran diluar daerah penting sekaligus mengurangi nilai perpindahan panas yang terkandung pada elemen kanvas rem. Dengan cara mengurangi luas permukaan sekaligus volume yang terkandung dalam kanvas rem. Sehingga design
OgwgtO. Sumbangan PDB dari sektor pariwisata cukup tinggi. Masih perlu pembenahan di sektor MICE. Kampus mulai menggarap MICE sebagai program studi. - Industri pariwisata nasional terus menggeliat dan menunjukkan angka positif dari tahun ke tahun. Jika dilihat dari data yang dimiliki Indonesia Investment, pada 2019, sektor pariwisata mampu menyumbang 15% dari produk domestik bruto dengan penerimaan negara berkisar di angka Rp 275 triliun dan mampu menyerap 15 juta tenaga kerja. Salah satu penyangga industri pariwisata yang cukup potensial adalah Meeting, Incentive, Convention, Exhibition atau MICE. Di sejumlah negara industri, MICE sering diartikan sebagai The Meetings Industry. Di Indonesia, kehadirannya boleh dikatakan terasa sejak 2013 ketika menjadi tuan rumah beberapa event internasional. Sejak saat itu, MICE dianggap menjadi potensi baru bisnis pariwisata nasional. Sebenarnya, MICE sudah lama dilirik sejumlah perguruan tinggi, terutama politeknik, untuk dijadikan program studi. Politeknik Negeri Jakarta PNJ yang pertama kali menelurkan Jurusan MICE di kampusnya sejak 2005. Toh, industri MICE di Indonesia memang masih kalah berkembang ketimbang negeri tetangga, Singapura. Salah seorang mahasiswa MICE PNJ, Azzahra Isnadifa diperkenalkan dengan MICE justru dari sanak saudaranya yang berada di negeri singa itu. âAwal tahu sih dari sepupu yang baru pulang dari Singapura,â ujarnya kepada Thea Fathanah Arbar dari GATRA. Dari situ, muncul ketertarikannya dengan bisnis MICE dan berniat untuk mendalami ilmunya di PNJ. âSetelah googling dan banyak bertanya memang MICE di PNJ ini adalah program studi terbaik se-Asia Tenggara,â katanya. Mahasiswa usia 19 tahun ini juga menjelaskan betapa sulitnya untuk bisa menduduki bangku kuliah di MICE. Awalnya, dia harus melewati tes tertulis dengan soal bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan ekonomi. Selepas itu dia masih harus melewati tes wawancara. âDi sini bahasa Inggris kita diuji,â katanya. Setelah kurang lebih setahun bergelut dengan dunia MICE, Azzahra mengakui banyak keuntungan yang diraih. Dia bisa mulai mengkoordinir acara, dan menyediakan pelayanan yang profesional. âDan yang lebih menariknya lagi aku bisa tahu mengenai kepariwisataan Indonesia dan internasional,â katanya. Selain itu, MICE PNJ juga memberi mata kuliah seperti Pengantar Pameran, Marketing, Event Management Project, Bahasa Inggris, Akuntansi, Management Logistic, Dealing with Vendor, Registration, Bidding, Pengantar Konvensi, Correspondence, Event Technology dan masih banyak lagi. Walau begitu, Ketua Jurusan MICE PNJ, Etty Khongrat mengatakan masih banyak pihak yang belum memahami apa itu MICE.âJadi, publik memahami MICE hanya sebagai leisure, hanya sebagai wisata jalan-jalan,â katanya kepada GATRA, Kamis 18/4 lalu. Untuk itu, maka publik perlu memahami apa sebenarnya MICE. Awalnya, PNJ pernah melakukan studi banding ke salah satu negara bagian di Australia. Di sana, dosen-dosen PNJ menyadari MICE sebagai industri sudah jauh berkembang. Sepulangnya ke tanah air, PNJ pun memutuskan untuk membentuk program studi MICE di bawah jurusan Administrasi Niaga. âKami kumpul-kumpul dengan mereka industri MICE, mereka bicara dan kita catat untuk persiapan kurikulum mata kuliah,â katanya. Program studi MICE sebenarnya juga banyak diisi mahasiswa D3 yang ingin melanjutkan program S1. Maka ada mata kuliah yang bernama rekognisi pelajaran lampau. Bagi mahasiswa D3, mereka hanya perlu menyerahkan portofolio dan disetarakan dengan jumlah Satuan Kredit Semester SKS yang harus diselesaikan. Menurut Etty, perkuliahan di MICE pun berbasis diskusi. âJadi kuliah dengan saling berdiskusi,â ujarnya. Sejak didirikan pada 2005, MICE PNJ mengalami perkembangan yang cukup baik. Tiap tahun, jurusan ini menerima dua kelas yang masing-masing diisi 30 orang mahasiswa. âTahun lalu kita tambah lagi satu kelas karena industri pariwisata makin banyak,â ujarnya. Standar lulusan MICE PNJ pun sebenarnya cukup tinggi. Ada leveling yang harus bisa dicapai para mahasiswa. âSyarat lulus dari sini harus sudah uji kompetensi,â katanya. Standar bahasa Inggris yang ditetapkan PNJ harus mencapai minimal TOEFL 500 dan memiliki sertifikat kompetensi yang cukup. Dan juga, tugas akhir para mahasiswa MICE bukan berbentuk skripsi tapi business plan. Para mahasiswa pun tidak perlu khawatir dengan lapangan pekerjaan setelah selesai kuliah. Bahkan sejak masih duduk di bangku kuliah, mahasiswa MICE kerap mendapat kerja sampingan atau job training di perusahaan event organizer. âSering juga belum selesai tapi terlalu asyik kerja, akhirnya kita harus sudahi job training nya,â ujarnya. Aditya Kirana
Pendaftaran Politeknik Negeri Jakarta PNJ 2023, Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Politeknik Negeri Jakarta PNJ, SPMB Politeknik Negeri Jakarta PNJ, Informasi Pendaftaran Online Politeknik Negeri Jakarta PNJ, Jalur Masuk Politeknik Negeri Jakarta PNJ, Jalur PMDK Akademik, Jalur SMB / Jalur Ujian Tertulis, Jalur PMDK Bidikmisi, Pada kesempatan yang baik ini, admin akan membahas mengenai Pendaftaran mahasiswa baru Politeknik Negeri Jakarta PNJ 2023/2024. Untuk lebih jelas mengenai pendaftaran tersebut. Mari simak informasi berikut ini. Sedikit mengenai PNJ Politeknik Negeri Jakarta PNJ adalah salah satu perguruan tinggi negeri yang terdapat di areal kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Indonesia. Sebelum anda melakukan pendaftaran PNJ, ada baiknya anda dapat mengetahui informasi mengenai Jurusan dan Program Studi yang akan anda pilih sesuai keinginan anda. Dari jurusan dan program studi yang disebutkan diatas, mungkin ada salah satu yang anda inginkan. Untuk itu, silahkan daftarkan diri anda menjadi calon mahasiswa baru Politeknik Negeri Jakarta PNJ Untuk bisa menjadi mahasiswa baru di Politeknik Negeri Jakarta PNJ , maka anda terlebih dahulu mendaftar menjadi calon mahasiswa dengan mengikuti beberapa jalur seleksi yang dibuka. Jalur-jalur penerimaan mahasiswa baru yang dibuka di PPoliteknik Negeri Jakarta PNJ diantaranya adalah Jalur PMDK-PN, Jalur UMPN, Jalur Ujian / Tes Tertulis, Jalur WNBK, dan Jalur Bidikmisi. Untuk mengetahui informasi jalur yang ada di Politeknik Negeri Jakarta PNJ . Mari simak informasi berikut ini A. Pendaftaran Jalur PMDK-PN PNJ PMDK-PN merupakan jalur seleksi nasional yang didasarkan pada prestasi akademik siswa yang dilihat dari nilai raport siswa serta prestasi lainnya. Jalur ini hampir sama dengan SNMPTN. Jalur SNMPTN merupakan jalur seleksi nasional untuk masuk ke Perguruan Tinggi Negeri, tetapi jalur PMDK-PN ini dikhususkan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke Politeknik Negeri di Indonesia. Pendaftaran PMDK-PN dilakukan secara online melalui alamat website Silahkan akses alamat tersebut untuk melakukan pengisian data pendaftaran secara benar dan mencatak kartu tanda peserta PMDK-PN. Untuk Informasi lebih lengkap mengenai Pendaftaran PMDK-PN seperti tata cara pendaftaran, persyaratan pendaftaran, kriteria penerimaan, jadwal pelaksanaan, daftar Politeknik se-Indonesia, dapat anda baca pada artikel yang berjudul Pendaftaran PMDK-PN B. Pendaftaran Jalur UMPN PNJ Jalur UMPN merupakan jalur tes tertulis yang diadakan secara bersamaan oleh Politeknik Negeri se-Indonesia. Jalur UMPN ini merupakan jalur mandiri yang dilaksanakan untuk memberikan kesempatan kepada putra putri indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan di Politeknik Negeri Jakarta PNJ. Jalur ini bisa sebut sebagai jalur alternatif bagi anda yang tidak lulus jalur PMDK-PN. Tata Cara Pendaftaran On Line Jalur UMPN Buka website penerimaan mahasiswa baru PNJ dengan alamat Setelah anda membuka website Penerimaan PNJ, langkah awal anda dapat klik isi formulir pendaftaran atau melalui Pastikan kembali anda mengisi data nomor handphone dan alamat email surel pada formulir pendaftaran dengan benar. PNJ akan memberikan informasi-informasi penting via Short Message Service SMS agar anda dapat dengan mudah mendapat berita dari kami. Isi Formulir tersebut dengan akurat dan sesuai dengan data asli, apabila ternyata dikemudian hari ditemukan perbedaan antara data online dan data fisik, maka otomatis anda DIGUGURKAN secara sepihak oleh PNJ Setelah dilakukan pengisian formulir pendaftaran, maka formulir pendaftaran akan divalidasi secara otomatis dan calon mahasiswa baru akan langsung diberikan akun berupa username dan password. Pemberian username dan password juga dilakukan melalui SMS. Silahkan anda simpan data akun anda. Setelah mendapatkan akunusername dan password, selanjutnya klik Login untuk melengkapi biodata yang terkait dengan penerimaan mahasiswa baru. Kemudian lakukan âUPLOAD PHOTOâ untuk melakukan pengunggahan pas foto berwarna dengan ukuran 4 x 6 atau minimal berukuran 400 x 600 pixel dengan format JPEG. Foto yang sudah diupload akan dilakukan proses approval oleh operator PNJ dan bila foto tidak sesuai maka akan dikirimkan notifikasi melalui SMS. Setelah pengisian biodata sukses, dilanjutkan dengan melakukan pembayaran formulir pendaftaran berdasarkan jumlah pilihan yang diambil oleh calon mahasiswa Sejumlah nominal yang diberitahukan oleh system penerimaan PNJ. Pembayaran dapat dilakukan melalui Teller / ATM / Internet Banking diseluruh cabang Bank Mandiri online dengan menyebutkan kode uniÂversitas 10025 untuk Politeknik Negeri Jakarta dan username 8 digit. Setelah transaksi pembayaran dilakukan, silahkan menunggu notifikasi melalui SMS paling lama 1x24 jam untuk hari kerja, kecuali pada hari Jumat apabila transaksi dilakukan diatas jam 3 sore maka notifikasi akan dikirimkan hari Senin. Apabila proses pembayaran sudah berhasil, silahkan melakukan login dengan akun anda username dan password untuk melihat status pembayaran formulir. Apabila proses seleksi administrasi telah berhasil, anda diminta untuk login kembali kedalam webÂsite penerimaan untuk melakukan cetak print out KARTU PESERTA UJIAN, kartu ini wajib dicetak dengan menggunakan printer warna dengan kualitas baik. Anda diwajibkan membawa KARTU PESERTA UJIAN saat mengikuti ujian masuk PNJ beserta tanda pengenal. C. Pendaftaran Jalur Bidikmisi PNJ Bidikmisi merupakan program bantuan biaya pendidikan yang diberikan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak 2010 kepada mahasiswa yang memiliki prestasi akademik memadai namun kurang mampu secara ekonomi Penerimaan jalur bidikmisi Politeknik Negeri Jakarta tidak menggunakan sistem penerimaan nasional, tetapi menggunakan system penerimaan mandiri, dengan alamat website http// D. Pendaftaran Jalur WNBK PNJ Pendaftaran Mahasiswa jalur Warga Negera Berkebutuhan Khusus WNBK Program Studi D3 Manajemen Pemasaran bisa datang langsung ke Politeknik Negeri Jakarta PNJ. Persyaratan Pendaftaran Jalur WNBK Lulus SMA atau sederajat. Menyerahkan Lembar Asessment yang telah diisi oleh orang tua, Guru dan Mahasiswa. Menyerahkan berkas Medical Record merupakan hasil diagnosa dari dokter tentang disability calon mahasiswa. Menyerahkan STTB, NEM dan Raport fotocopy yang telah dilegalisir. Foto berwarna ukuran 4 x 6, 3 x 4, dan 2 x 3, masing-masing sebanyak 4 Lembar. Tes yang diujikan terdiri dari tes praktik, tes wawancara, dan tes ujian tertulis. Berikut penjelasannya. Materi Tes Praktik Typing Master, yaitu mengetik dengan test yang telah tersedia dalam waktu 2 menit. Menceritakan gambar, yaitu diberikan gambar lalu menjelaskan/menceritakan tentang gambar tersebut. Tes IQ dasar di komputer. Psikotest, test klinis dewasa gestalt ditunjukan gambar lalu meniru gambar tersebut. Materi Tes Wawancara Wawancara kepada mahasiswa Lifeskill, Communicative Skill, Toiletting Wawancara kepada orang tua mengenai kegiatan dan perilaku sehari-hari Materi Tes Tulis Matematika Kisi-kisi tes tentang penjumlahan, pengurangan, pembagian, pengalian, soal cerita. Bahasa Inggris Kisi-kisi tes tentang basic grammar, wacana, vocabularry. Bahasa Indonesia Kisi-kisi Tes tentang Pantun, Peribahasa, Soal cerita. Pengetahuan Umum Kisi-kisi Tes tentang politik, kepulauan, suku. Demikianlah informasi yang dapat admin sampaikan. Semoga informasi tentang pendaftaran Politeknik Negeri Jakarta PNJ 2023/2024, yang telah admin berikan dapat memberikan kemudahan dalam proses pendaftaran. Terima kasih telah membaca artikel ini. Semoga anda lulus dan diterima di Politeknik yang anda inginkan selama ini. Sekian dari admin dan salam sukses.
Kenapa MICE PNJ? Judul di atas merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering aku tanyakan ke diri sendiri dan google. Kenapa MICE PNJ? Kenapa harus nolak PTN di Bandung untuk MICE PNJ? Apa yang akan aku dapatkan ketika aku lulus dari MICE? Kurang lebih seperti itulah FAQku sebelum akhirnya memutuskan untuk memilih MICE sebagai jenjang lanjutan pendidikan aku yang nantinya akan menentukan masa depan. Sebelum membahas lebih jauh tentang MICE enaknya aku jelasin dulu kali ya apa itu MICE? Jadi teman-teman, MICE itu adalah akronim dari Meeting, Incentive, Convention and Exhibition yang merupakan sebuah bagian dari industri pariwisata yang melayani bidang pertemuan, konvensi dan pameran. Sederhanyanya, banyak orang mengartikan MICE ini sebagai Event Organizer. Dalam Undang-Undang, MICE ini merupakan bagian dari pariwisata, tapi di PNJ, MICE ini core utamanya adalah bisnis. Jadi para akademisi di PNJ lebih senang menyebut MICE sebagai Event Management atau Event Business. Kira-kira seperti itu sih menurutku. Aku tahu MICE secara ga sengaja dari internet. Jadi waktu itu aku menemukan tulisan tentang event management, karena pada saat itu tertarik dengan jurusan event, akhirnya memutuskan untuk menelusuri lebih jauh apa itu event management, aku kira event management ini termasuk bagian dari management. Setelah ditelusuri akhirnya ketemulah dengan website MICE PNJ, setelah itu makin penasaran-makin penasaran, aku cari alumni-alumni MICE diinternet dan nanya langsung MICE itu gimana sih dan bla-bla-bla. Setelah mendapatkan info yang cukup lengkap, aku makin yakin nih buat milih MICE. Dan hingga akhirnya ada yang nanya "Emang nanti mau jadi apa setelah lulus dari MICE?" and surprisingly aku jawab lancar banget dan udah kebayang nanti setelah lulus mau jadi apa. Aku cerita tentang pengalaman tes UMPN. Jadi MICE ini terdiri dari 2 tes masuk. Pertama, tes tertulis, dan kedua adalah tes interview. Tes tertulisnya terdiri dari Matematika, Ekonomi, Akuntansi, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, jumlahnya 100 butir soal. Setelah dinyatakan lolos di tahap ujian tulis, dilanjut dengan tes wawancara. yang ngewawancaranya dosen-dosen MICE PNJ. Pertanyaannya ga jauh seputaran MICE sih. Kalo emang udah ngerti banget tentang MICE, rasanya ga ada masalah sih pas tes wawancara itu. Dan sekarang, setelah satu semester belajar MICE, apa yang aku bayangin dulu tentang MICE ternyata bener semua, bahkan jauh lebih keren dari ekspektasi aku sebelumnya. Aku ngerasa tepat banget berada di sini dan sama sekali ga menyesal nolak PTN yang di Bandung. That's all, guys. Semoga bermanfaat ya. UPDATE Teman-teman, sebelum chat aku secara personal, ada baiknya untuk cek postku yang terbaru ya di sini! Kalau pertanyaan teman teman belum terjawab, teman-teman bisa kirim pesan ke kikiwidianti019 Terima kasih.
A nossa oferta inclui uma plataforma de software e suporte modulares. Os gestores de avaliaçÔes podem usar a plataforma para inserir todos os tipos de disciplinas e todos os tipos de documentos associados, identificar os candidatos, monitorĂĄ-los ao vivo ou offline, obter correçÔes automĂĄticas ou personalizadas, acessar estatĂsticas e auxĂlio didĂĄtico. Seja qual for a sua necessidade, nossa experiĂȘncia mostra que Ă© imprescindĂvel que vocĂȘ estabeleça um procedimento. Desenvolvemos um mĂ©todo original, apoiado por uma equipe de suporte muito experiente que garantirĂĄ seu isso Ă© flexĂvel porque depende de seus objetivos, mas no final custa muito menos do que o status e que outras soluçÔes.
In Business activity company that moves in service industries event managemet / mice is depend one human resources in the field of event / mice. Many companies Professional Conference Organizer PCO / Professional Exhibition Organizer PEO / Destination Management Company DMC who recruited students of MICE in taste of Polytechnic Jakarta PNJ as outsourcing team in the event, itâs a good benefit for the company and students or pnj as institutions. However there are fundamental problem cant been seen at this time, where the system has no firm as search exists between resources and instiitutions as a human resourcesâs seeker. Based on the background, this research on a scheme the process of students as the power outsourcing work the mice into a thing that matters to study aims to produce a system of labor outsourcing who controlled. In support of this research, and methods used in this study are in-depth interview method and analysis of componential. Both in use for this method could describe data support in making the recruitment of a scheme to suit the needs of industry. The result of research is expected able to contribute to a system model recruitment suitable between the company pco / peo / dmc with institutions pnj in the future. Definitely that created a good system can be provide benefit which is balanced between the two sides. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Journal of Tourism Destination and Attraction Volume 7 Desember 2019, ISSN 2339-1987 SKEMA PEREKRUTAN MAHASISWA SEBAGAI TENAGA KERJA OUTSOURCING DALAM SEBUAH EVENT MICE STUDI KASUS MAHASISWA POLITEKNIK NEGERI JAKARTA Yosi Erfinda Program Studi MICE, Politeknik Negeri Jakarta Email Abstract As a business in service industries, event managemet and MICE depends on human resources. Many Professional Conference Organizer PCO/Professional Exhibition Organizer PEO/ Destination Management Company DMC recruit students majoring in MICE from the State Polytechnic of Jakarta PNJ as outsource staffs in their event, which is beneficial for the company, students or PNJ as an institution. However some fundamental problems that can be identified from this practice, problems that occur due to recruiting system that has yet to be established well between companies and PNJ as a source of outsource staffs. This study aims to identify issues that have occurred from the current recruiting system and recommend a labor outsourcing system that can anticipate or solve issues that have been identified. Methods used in this study are in-depth interview method and componential analysis. Keywords Outsourcing Scheme, MICE Abstrak Aktivitas usaha perusahaan yang bergerak dalam Industri Jasa Pengelolaan Event/MICE, sangat bertumpu pada kompetensi sumber daya manusia di bidang Event/MICE. Banyaknya perusahaan PCO/PEO/DMC yang merekrut mahasiswa MICE Politeknik Negeri Jakarta PNJ sebagai tenaga Outsourcing dalam Event yang mereka kelola, merupakan sebuah keuntungan tersendiri bagi perusahaan maupun mahasiswa ataupun PNJ sebagai institusi. Namun terdapat permasalahan mendasar yang terlihat selama ini, dimana belum adanya sistem yang terjalin antara perusahaan sebagai pencari SDM dan PNJ sebagai penyedia SDM. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penelitian mengenai sebuah skema proses perekrutan mahasiswa sebagai sumber tenaga kerja Outsourcing event MICE menjadi sebuah hal yang penting untuk dilakukan. Penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi dari saat ini sistem perekrutan tenaga kerja dan merekomendasikan sistem outsourcing yang dapat mengantisipasi atau memecahkan persoalan yang telah diidentifikasi. Dalam mendukung penelitian ini, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya Metode In-Depth Interview dan Analisis Komponensial Componential Analysis. Kata Kunci Skema Outsourcing, MICE PENDAHULUAN Aktivitas usaha perusahaan yang bergerak dalam industri jasa pengelolaan Event/MICE Meeting, Incentive, Convention and Exhibition atau biasa dikategorikan sebagai Professional Conference Organizer PCO; Professional Exhibition Organizer PEO; maupun Destination Management Company DMC, sangat bertumpu pada kompetensi sumber daya manusia di bidang Event/MICE. Seperti halnya, Destination Management Company DMC melalui program incentive travel ke destinasi pariwisata yang membutuhkan tenaga outsourcing. Pada program incentive travel tenaga outsourcing dibutuhkan untuk memastikan setiap kebutuhan amenities klien terpenuhi, sedangkan di bandara dibutuhkan Journal of Tourism Destination and Attraction Volume 7 Desember 2019, E-ISSN 2685-6026 tim ground handling untuk penjemputan dan pengantar klien dan serta tim advance operasional memastikan kebutuhan klien di destinasi tersebut. Kemampuan perusahaan tersebut dalam merekrut sumber daya manusia yang professional akan menjadi suatu tantangan tersendiri. Dalam kondisi lain, nilai pendapatan dari jasa pengelolaan Event sangat bergantung dengan nilai proyek yang diperoleh, dimana siasat untuk menggunakan para pekerja lepas Outsourcing profesional yang mumpuni di bidang jasa pengelolaan Event/ MICE menjadi salah satu upaya yang selalu dilakukan. Hal tersebut tentunya sangat beralasan dimana, perusahaan harus seefektif mungkin mengontrol pengeluaran terutama mengenai pembiayaan tenaga kerja tetap. Kondisi ini didasari adanya fluktuasi pendapatan perusahaan, karena besarnya pendapatan sangat tergantung pada besaran nilai kontrak kerja jasa pengelolaan Event/ MICE yang dikerjakan. Banyaknya perusahaan PCO/PEO/DMC yang merekrut mahasiswa MICE Politeknik Negeri Jakarta PNJ sebagai tenaga Outsourcing dalam Event yang mereka kelola, merupakan sebuah keuntungan tersendiri bagi perusahaan maupun mahasiswa ataupun PNJ sebagai institusi. Bagi perusahaan tentunya menjadi sebuah keuntungan memperoleh resource tenaga kerja yang paham tentang dunia Event/MICE sedangkan bagi Mahasiswa MICE PNJ dan Institusi PNJ, Event tersebut menjadi sebuah laboratorium kerja nyata bagi mahasiswa dan sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada industri sebagai mitra yang tepat bagi Institusi PNJ. Permasalahan mendasar yang terlihat selama ini adalah belum adanya sistem yang terjalin antara perusahaan sebagai pencari SDM dan PNJ sebagai penyedia SDM. Sistem yang dimaksud adalah terkait pola rekruitmen SDM Outsourcing yang efektif dan evaluasi yang berkala. Kedua hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap hubungan antara perusahaan PCO/PEO/DMC dengan Institusi PNJ kedepan. Tentunya dengan terbangunnya sistem yang baik, maka akan memberikan manfaat yang seimbang antar kedua belah pihak. Tujuan Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi masalah yang terjadi dari saat ini sistem perekrutan tenaga kerja dan merekomendasikan sistem outsourcing yang dapat mengantisipasi atau memecahkan persoalan yang telah diidentifikasi dari perusahaan PCO/ PEO/DMC sebagai mitra industri dan PNJ sebagai penyedia tenaga kerja, sehingga mempermudah perekrutan dan memberikan benefit yang sama antar kedua belah pihak. Penelitian ini sangat penting dilakukan karena dengan sistem model perekrutan dan evaluasi tenaga kerja Outsourcing antara perusahaan PCO/PEO/DMC sebagai mitra industri dan PNJ sebagai penyedia tenaga kerja, belum pernah dilakukan. Sehingga dengan adanya sistem model yang dikembangkan akan mempermudah perekrutan dan memberikan manfaat yang sama antar kedua belah pihak. Tuntutan dari kemampuan perusahaan tersebut dalam merekrut sumber daya manusia yang professional menjadi hal-hal seringkali di luar kemampuan perusahaan baik kemampuan staf maupun kemampuan sumber daya. Sebagai hasilnya, timbullah Outsourcing, yaitu usaha untuk mengontrakkan suatu kegiatan pada pihak luar untuk memperoleh layanan pekerjaan yang dibutuhkan. Outsourcing, adalah alternatif dari melakukan pekerjaan sendiri. Tetapi Outsourcing tidak sekedar mengontrakkan secara biasa, tetapi jauh melebihi itu. Greaver II 2000 memberikan definisi Outsourcing sebagai berikut âOutsourcing is the act of transferring some of a companyâs recurring internal activities and decision rights to outside provider, as set forth in a contract. Because the activities are recurring and a contract is used, Outsourcing goes beyond 6the use of consultants. As a matter of practice, not only are the activities transferred, but the factors of production and decision rights often are, too. Factors of production are the resources that make the activities occur and include people, facilities, equipment, technology, and other assets. Decision rights are the responsibilities for making decisions over certain elements of the activities transferred.â Journal of Tourism Destination and Attraction Volume 7 Desember 2019, ISSN 2339-1987 Garaventa dan Tellefsen 2001, memberikan definisi Outsourcing sebagai berikut ini. Ousourcing dapat diartikan sebagai pengalihan alternatif fungsi tenaga kerja oleh sebuah organisasi dengan tujuan untuk mengurangi beban dan memperoleh sebuah keahlian teknis khusus, atau mencapai pengurangan biaya. Event merupakan suatu peristiwa yang memerlukan beberapa orang untuk mengorganisirnya. Sebuah perusahaan dapat mengggunakan event sebagai alat komunikasi untuk menyampaikan pesan produk maupun jasa dari perusahaannya. Seperti yang dikatakan OâToole dan Mikolaitis 2002 mengatakan bahwa Perusahaan menggunakan event sebagai sarana untuk berkomunikasi. Pesan dalam event haruslah jelas demikian yang dikatakan Joe LoCICERO 2008 Suatu event memiliki dampak yang paling luas dan perusahaan harus terlebih dahulu menentukan tujuannya. Sumber daya manusia dalam perusahaan harus memiliki tujuan jelas, tepat dan terikat dan dapat diukur. Kalimat di atas bila diterjemahkan dapat memiliki arti bahwa membuat acara yang memiliki dampak paling luas, harus terlebih dahulu menentukan tujuannya. Tujuan dalam event tersebut harus jelas, tepat, terikat dalam beberapa cara untuk dapat mencapai tujuan perusahaan dan tentu saja harus bisa diukur. Pengukuran dapat dilakukan dengan mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan event. Outsourcing adalah suatu bentuk strategi sumber daya manusia human resource strategy perusahaan, dimana untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia perusahaan, perusahaan menggunakan dua jenis tenaga kerja yaitu tenaga kerja tetap tenaga kerja yang berasal dari dalam perusahaan dan outsourcee tenaga kerja yang berasal dari luar perusahaan/tenaga kerja kontrak. Tenaga kerja tetap berfungsi sebagai sumber daya manusia inti perusahaan sedangkan outsourcee berfungsi sebagai sumber daya manusia pelengkap yang jumlah dan waktu penggunaannya disesuaikan dengan kondisi yang sedang dihadapi perusahaan Langford, 1995. Outsourcee adalah yang bekerja pada perusahaan untuk melakukan pekerjaan tertentu dengan menerima upah, yang didasarkan atas kesepakatan dalam hubungan kerja untuk waktu tertentu dan atau selesainya pekerjaan tertentu Tunggal, 2000, dimana kesepakatan kerja antara perusahaan dan outsourcee tersebut harus dinyatakan dalam bentuk tertulis Kansil, 2001. Outsource yang dimaksud dalam studi ini tidak termasuk tenaga kerja harian lepas tenaga kerja yang bekerja pada perusahaan untuk melakukan pekerjaan tertentu yang berubah-ubah dalam hal waktu maupun kontinuitas pekerjaan dengan menerima upah didasarkan atas kehadirannya secara harian atau tenaga kerja borongan tenaga kerja yang bekerja pada perusahaan untuk melakukan pekerjaan tertentu. Rekrutmen menurut Hasibuan 2008 menyatakan bahwa proses rekrutmen merupakan usaha mencari dan mempengaruhi tenaga kerja, agar mau melamar lowongan pekerjaan yang ada dalam organisasi. Proses rekrutmen menurut Mondy 2008 digambarkan dalam bagan di bawah ini. Gambar 1. Proses Rekrutmen Mondy, 2008 Journal of Tourism Destination and Attraction Volume 7 Desember 2019, E-ISSN 2685-6026 Dapat disimpulkan dari gambar tersebut bahwa proses rekrutmen mencakup dua sumber yaitu sumber internal dan eksternal yang merupakan tempat di mana para kandidat yang memenuhi syarat berasal, yaitu perguruan tinggi dan perusahaan pesaing. Tenaga kerja tetap adalah tenaga kerja yang bekerja pada perusahaan dengan waktu kerja penuh full-time serta memiliki suatu jenjang karir dalam struktur organisasi perusahaan. Tenaga kerja tetap ini merupakan bagian dari beban tetap yang harus ditanggung oleh perusahaan. METODE Metode In-depth Interview Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa In-depth Interview yang dianalisis dengan Analisis Komponensial. Wawancara adalah merupakan pertemuan antara dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu Esterberg, 2002. Wawancara juga merupakan alat mengecek ulang atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya dan juga merupakan teknik komunikasi langsung antara peneliti dan responden. Wawancara merupakan bagian dari metode kualitatif. Dalam metode kualitatif ini ada dikenal dengan teknik wawancara-mendalam In-depth Interview. Pengertian wawancara-mendalam In-depth Interview adalah proses memperoleh keterangan untuk tujuan penelitian dengan cara tanya jawab sambil bertatap muka antara pewawancara dengan responden atau orang yang diwawancarai, dengan atau tanpa menggunakan pedoman guide wawancara dimana pewawancara dan informan terlibat dalam kehidupan sosial yang relatif lama Sutopo 2006 72. Ciri khusus dari wawancara-mendalam ini adalah keterlibatannya dalam kehidupan responden/informan. Dalam wawancara-mendalam melakukan penggalian secara mendalam terhadap satu topik yang telah ditentukan berdasarkan tujuan dan maksud diadakan wawancara tersebut dengan menggunakan pertanyaan terbuka. Penggalian yang dilakukan untuk mengetahui pendapat mereka berdasarkan perspective responden dalam memandang sebuah permasalahan. Teknik wawancara ini dilakukan oleh seorang pewawancara dengan mewawancarai satu orang secara tatap muka face to face. Target wawancara adalah 15 Perusahaan yang bergerak di bidang PCO/PEO/DMO dan berdomisili di Jakarta. Metode Analisis Komponensial Analisis komponensial merupakan metode penelitian kualitatif yang dikenalkan oleh Spradley 1980, dan Glaser dan Strauss 1967 yang mana secara garis besar model analisis ini diuraikan kedalam 4 model yaitu Analisis Domain Domain analysis; Analisis Taksonomi Taxonomy Analysis; Analisis Komponensial Componential Analysis; dan Analisis Tema Kultural Discovering Cultural Themes. Dalam penelitian ini metode Analisis komponensial menjadi fokus utama yang dijadikan sebagai alat penelitian, untuk mampu menghasilkan sistem model perekrutan dan evaluasi terhadap outsourcing mahasiswa dalam kegiatan Event. Analisis komponensial dilakukan untuk mengorganisasikan perbedaan kontras antar unsur dalam ranah yang diperoleh melalui pengamatan dan atau wawancara terseleksi. Dalam hemat peneliti, kedalaman pemahaman tercermin dalam kemampuan untuk mengelompokkan dan merinci komponen dalam pembuatan model sistem perekrutan dan evaluasi. 1. Dengan mengetahui serta memahami kesamaan dan perbedaan antar kebutuhan kedua pihak dapat diperoleh pengertian menyeluruh dan mendalam serta rinci mengenai suatu pokok permasalahan. Dengan demikian akan diperoleh pemahaman makna dari masing-masing pihak secara holistik. Hasil lacakan kontras di antara pihak dimasukkan ke dalam lembar kerja paradigma Spradley, 1979 180. Kontras-kontras tersebut selalu diperiksa kembali sebagaimana dalam model analisis interaktif. Sehingga perlu dibuat ringkasan analisis komponensial, yang digunakan sebagai pemandu penulisan paparan hasil penelitian. Tahap akhir proses penelitian berupa menetapkan skema model yang sesuai dengan hasil yang diperoleh dengan cara observasi atau wawancara terfokus. Journal of Tourism Destination and Attraction Volume 7 Desember 2019, ISSN 2339-1987 HASIL DAN PEMBAHASAN Sistem Perekrutan Tenaga Outsourcing Sistem perekrutan tenaga outsourcing untuk event, dalam industri MICE yang peneliti temukan dalam proses penelitian diantaranya 1. Sistem perekrutan melalui kerjasama lembaga pendidikan 2. Sistem perekrutan melalui kerjasama lembaga outsourcing 3. Sistem perekrutan melalui database dari Event sebelumnya 4. Sistem perekrutan melalui pertemanan dari pelaksana rekruitment 5. Sistem perekrutan berdasarkan rekomendasi dari tenaga rekrutmen Hasil temuan mengenai sistem perekrutan yang umumnya dilakukan oleh perusahan, ditemukan dari hasil wawancara dengan beberapa pihak, salah satunya dengan Ayo Event selaku pelaksana untuk penyediaan tenaga outsourcing untuk event Food Ingredient Asia sejak tahun 2016 sampai sekarang. Salah satu catatan yang muncul dari wawancara dengan Anisa sebagai salah satu pemilik Ayo Event adalah sebagai berikut âUmumnya outsourcing event yang kami handle adalah perusahaan luar negeri yang akan menyelenggarakan Event di Indonesia. Hal tersebut dikarena mereka umumnya belum mengetahui kapasitas dari tenaga event di Indonesia. Sedangkan untuk perusahaan dalam negeri umumnya mereka mengajak mahasiswa dengan cara bekerjasama dengan salah satu kampus atau menggunakan tenaga outsourcing yang sudah pernah mereka gunakanâ Terdapat banyaknya sistem yang bias dilakukan oleh sebuah PEO, PCO ataupun DMC dalam melakukan perekrutan tenaga kerja, tentunya memberikan informasi yang beragam mengenai output yang dihasilkan dari masing tenaga kerja tersebut. Dimana pada akhirnya akan sangat berpengaruh kepada proses pelaksanaan event yang sebagian bebannya akan limpahkan kepada tenaga outsource tersebut. Kemampuan kerja dari masing-masing tenaga kerja yang dihasilan melalui sistem perekrutan menjadi suatu hal yang akhirnya kami telusuri lebih lanjut. Permasalahan yang Muncul Hasil penelitian juga menemukan bahwa dalam setiap sistem yang ditemukan oleh peneliti memiliki beberapa permasalahan yang umumnya muncul ketika proses recruitment dilaksanakan bahkan ketika para tenaga outsourcing telah menjalakan tugas yang diberikan. Permasalahan yang muncul diantaranya 1. Sistem di institusi pendidikan tidak memungkinkan untuk melibatkan jumlah mahasiswa yang banyak sebagai tenaga outsourcing di waktu yang bersamaan. 2. Belum banyaknya tenaga outsourcing yang memiliki pemahaman yang sama terkait profesionalitas dalam bekerja. 3. Kapabilitas yang berbeda dari tenaga outsourcing ketika mereka dilibatkan berdasarkan rekomendasi tenaga outsourcing lain ataupun berdasarkan pertemanan dari staf pelaksana perekrutan. 4. Kesulitan menemukan pengganti ketika tenaga outsourcing yang dilibatkan tidak mampu bekerja dengan baik atau bahkan berhalangan. 5. Adanya ketidaksesuaian nilai yang dibayarkan dengan output yang diberikan oleh pekerja ataupun sebaliknya. Dengan menerima upah, yang didasarkan atas kesepakatan dalam hubungan kerja untuk waktu tertentu dan atau selesainya pekerjaan tertentu Tunggal, 2000. Permasalahan yang muncul tersebut peneliti temukan dari hasil wawancara kepada salah satu staf salah satu PCO di Indonesia yang mendapatkan tugas untuk melakukan reqruitment tenaga outsourcing. âTerkadang perusahaan memiliki kesulitan untuk dapat menyesuaikan peraturan dari instansi pendidikan, dimana perusahaan membutuhkan jumlah tenaga outsourcing yang banyak dari instansi tersebut namun terbentur dengan ketentuan perkuliahan. Perusahaan bahkan harus mencari informasi dari tenaga outcoursing terdahulu untuk mendapatkan tenaga kerja, namun terkadang kemampuannya tidak sesuai dan dapat menjadi masalah bagi perusahaan dilapangan dan ketika itu perusahaan sulit untuk melakukan penggantian karena tidak adanya sistem yang mendukung.â Journal of Tourism Destination and Attraction Volume 7 Desember 2019, E-ISSN 2685-6026 Sedangkan dari sisi tenaga outsourcing mereka juga mengalami kendala, terkait beban kerja yang tidak sesuai dengan pendapatan yang mereka peroleh. Hal tersebut terungkap dari salah satu narasumber kami, dimana beliau menyebutkan sebagai berikut âketika diminta jadi outsourcing event kita terkadang selalu bertanya mengenai gaji yang diperoleh. Itu kita lakukan untuk mempertimbangkan, apakah kita terima atau tidak. Karena terkadang banyak PCO, PEO dan DMC yang meminta kami terlibat tetapi pendapatan dan beban kerjanya tidak sesuai, boleh dikatakan kita agak prakmatis soal hal itu. Kami berpendapat, itu wajar karena kami punya pendidikan di background tersebut. Tentunya berdasarkan temuan tersebut, dapat kita pahami terdapat persepsi dari dua sisi yang berbeda. Dimana pelaksana event berharap memperoleh pekerja dalam jumlah yang cukup dengan kapasitas yang baik, sedangkan tenaga kerja outsourcing memiliki motif terhadap pendapatan yang mereka peroleh Tunggal, 2000. Skema Sistem perekrutan Kebutuhan akan sistem yang baik dalam proses perekrut tenaga kerja outsourcing menjadi salah satu tujuan dari penelitian ini, dimana dilapangan ditemukan bahwa dalam berbagai macam sistem yang telah ada memiliki banyak kendala yang harus ditemukan solusinya. Salah satunya adalah kemudahan untuk menemukan tenaga kerja yang mumpuni, dan mampu di ganti secara terstruktur ketika tidak mampu menjalankan tugasnya dilapangan. Selain itu adanya penilaian terhadap beban kerja dan pendapatan yang diberikan menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya temuan bahwa, minat bekerja sangat bergantung pada pendapatan yang diperoleh. Untuk menemukan skema sistem perekrutan tersebut, peneliti mencoba memaparkan hasil temuan penelitian dalam wujud sebagai berikut 1. Pelaksana Event harus memiliki skema kerja dan pendapatan yang jelas dan disesuaikan dengan beban kerja yang diberikan. 2. Kriteria tenaga kerja menjadi hal penting yang dibutuhkan, karena skill individu seorang tenaga outsourcing sangat berpengaruh terhadap output pekerjaan yang dihasilkan. 3. Pemahaman perektur, perusahaan outsourcing, teman terhadap skema kerja, kapasitas tenaga yang dibutuhkan dapat sangat membantu proses perekrutan. 4. Pembagian tenaga kerja dapat digolongkan berdasarkan kategori kemampuan, sehingga memudahkan para pelaksana event untuk menempatkan tenaga kerja yang tepat. 5. Kesepakatan kerja antara perusahaan dan outsourcee tersebut harus dinyatakan dalam bentuk tertulis Kansil, 2001. Maka dari itu perlu adanya kontrak kerja dengan para pekerja, memberikan keleluasaan bagi setiap pihak untuk mengambil keputusan dan menjadikan pekerja tau kewajiban yang harus dilakukan Kansil, 2001. KESIMPULAN Kesimpulan dalam penelitian adalah untuk menjawab seperti apa sistem perekrutan yang ada di Industri MICE Indonesia, Proses rekrutmen Mondy, 2008 terdapat 2dua sumbser system internal dan eksternal dalam sistem perekrutan outsourcing di bidang MICE yang dapat dilakukan Perusahaan PCO/PEO/DMO yaitu Sumber Internal 1. Sistem Perekrutan melalui kerjasama lembaga Pendidikan 2. Sistem Perekrutan melalui database dari Event sebelumnya 3. Sistem Perekrutan melalui pertemanan dari pelaksana rekruitment Sumber Eksternal 1. Sistem Perekrutan melalui kerjasama lembaga outsourcing 2. Sistem Perekrutan berdasarkan rekomendasi dari tenaga rekruitment Dari kelima sistem tersebut ditemukan beberapa masalah yang terungkap diantaranya; adanya ketidaksesuaian waktu perekrutan dengan sistem perkuliahan; banyaknya tenaga kerja yang tidak memiliki pemahaman kerja yang baik; Journal of Tourism Destination and Attraction Volume 7 Desember 2019, ISSN 2339-1987 ataupun terkait pendapatan yang menjadi tolak ukur ketertarikan tenaga kerja untuk terlibat. Skema yang dapat dilakukan untuk mengelola kondisi yang terungkap dalam hasil penelitian diantaranya sebagai berikut 1. Pelaksana Event harus memiliki skema kerja dan pendapatan yang jelas dan disesuaikan dengan beban kerja yang diberikan. 2. Kriteria tenaga kerja menjadi hal penting yang dibutuhkan, karena skill individu seorang tenaga outsourcing sangat berpengaruh terhadap output pekerjaan yang dihasilkan. 3. Pemahaman perektur, perusahaan outsourcing, teman terhadap skema kerja, kapasitas tenaga yang dibutuhkan dapat sangat membantu proses perekrutan. 4. Pembagian tenaga kerja dapat digolongkan berdasarkan kategori kemampuan, sehingga memudahkan para pelaksana event untuk menempatkan tenaga kerja yang tepat. Perlunya kontrak kerja dengan para pekerja, memberikan keleluasaan bagi setiap pihak untuk mengambil keputusan dan menjadikan pekerja tau kewajiban yang harus dilakukan. DAFTAR PUSTAKA Gainey, T. Klass, B. 2003. The Outsourcing of Training and Development Factors Impacting Client Satisfaction, Journal of Management Galanaki, E. Papalexandris, N. 2007, Internationalization as a determining factor of HRM outsourcing Int. Journal of Human Resource Management Ngo, Hang-Yue, Raymond Loi. 2008. Human resource flexibility, organizational culture and firm performancean investigation of multinational firms in Hong Kong The International Journal of Human Resource Management OâToole, William & Mikolaitis, Phyllis .2002. Corporate Event Management. Project Management, New York. Garaventa, Eugene & Tellefsen, Thomas. 2001. Outsourcing The Hidden Costs. Review of Business Journal, Vol 22, 2001. Cicero, Joe Lo. 2008. Meeting and Event Planning, F & W Publication, USA, 2008. Stokes, R. 2004. A framework for the analysis of eventsâtourism knowledge networks. Journal of Hospitality and Tourism Management. Sutadji. 2010. Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Dee Publish Hariwijaya. 2017. Sukses Rekrutmen & Seleksi Karyawan. Diandra Kreatif. Marihot. 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia Pengadaan, Pengembangan, Pengkompensasian dan Peningkatan Produktivitas Pegawai. Grasindo. Sulistyani Ambar T. Manajemen Sumber Daya Manusia, Penerbit Graha Ilmu. 2002 Sirait, Justine T.. Memahami Aspek-Aspek Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Organisasi. Jakarta Raja Grafindo. 2006 Journal of Tourism Destination and Attraction Volume 7 Desember 2019, E-ISSN 2685-6026 ResearchGate has not been able to resolve any citations for this resource flexibility, organizational culture and firm performancean investigation of multinational firms in Hong Kong The International Journal of Human Resource ManagementT GaineyB E KlassN PapalexandrisRaymond Hang-YueLoiGainey, T. Klass, B. 2003. The Outsourcing of Training and Development Factors Impacting Client Satisfaction, Journal of Management Galanaki, E. Papalexandris, N. 2007, Internationalization as a determining factor of HRM outsourcing Int. Journal of Human Resource Management Ngo, Hang-Yue, Raymond Loi. 2008. Human resource flexibility, organizational culture and firm performancean investigation of multinational firms in Hong Kong The International Journal of Human Resource Management O'Toole, William & Mikolaitis, Corporate Event Management. Project Management, New dan Pengembangan Sumber Daya ManusiaSutadjiSutadji. 2010. Perencanaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Dee Publish Hariwijaya. 2017. Sukses Rekrutmen & Seleksi Karyawan. Diandra Kreatif.
tes wawancara mice pnj